Dalam Sejarah Nigella Sativa (Habbatus Sauda) pertama kali ditemukan di kuburan Tutankhamen (Firaun), dan dalam kajian arkeologi Nigella Sativa memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan Mesir kuno. Bahkan Nigella Sativa digunakan Notfete dan Cleopatra untuk merawat tubuhnya sebagai tambahan untuk mandi.
Referensi tertulis pertama tentang Nigella Sativa (Black Cumin) di buku Isaia dalam Old Testament (Perjanjian Lama, kitab suci Nasrani dan Yahudi). Isaiah menjelaskan,
"For the black Cumin is not threshed with threshing sledge, nor is a cart wheel rolled over the cumin, but the black cumin is beaten out with a stickthe cumin with a rad". (Isaiah 28:25,27 NKJV).
Eastons Bible Dictionary menjelaskan bahwa bahasa Ibrani (bahasa kaum Yahudi) untuk kata Black Cumin "Ketsah" mengacu pada Nigella Sativa, merupakan ordo Ranunculaceae yang tumbuh liar di negara Mediterania, dan dikembangkan di Mesir dan Siria.
Nigella Sativa juga termasuk dalam daftar obat-obatan alamiah dalam buku Al-Tibb Al-Nabawi (Pengobatan Para Nabi). Nabi Muhammad SAW pun telah merekomendasikan penggunaan Nigella Sativa untuk kesehatan, sebagaimana hadits "Gunakanlah Habbatus Sauda (Nigella Sativa), karena sesungguhnya didalamnya terdapat obat semua penyakit, kecuali kematian". (HR. Bukhori Muslim)




